Kamis, 23 April 2009

Pass me the waking pills, man, I'm tired of sleeping.*


Siapa bilang dengerin musik itu buang-buang waktu?


Guys, rajin dengerin musik itu ibaratnya kamu taat beribadah tapi doyan ngomong jorok, nggak ada pengamalannya toh?


Siapa bilang merhatiin lirik lagunya The Locust terus bilang: "Gila, lagunya dalem banget buat gue" atau "Gila, lagunya gue bang
et", adalah omong kosong?

Guys, memperhatikan lirik lagu sedalam-dalamnya itu ibaratnya kamu seorang kartunis hentai, orang-orang kagum sama effort kamu tapi kamu tetep dicap pervert toh?

Siapa bilang masang lirik lagu sebagai status di facebook atau messenger itu pertanda kurang perhatian?

Guys, doyan pamer pengetahuan tentang musik itu ibara
tnya kamu apal semua nama inex, cuma cewek-cewek dengan julukan 'stengki' (e.g Wulan Stengki) yang bakal kagum sama kamu toh?

Intinya, mendengar curhatan orang lebih penting daripada main metafora.

*Benedict Pardede, 2009


From: aporondjue@xx.xx
Sent: Tuesday, April 21, 2009 3: 09 AM

To: Kilikitik@windowslive.com




Dear Kilikitik,



Saya adalah pengidap narcolepsy kronis. Rasa kantuk seringkali menyergap tanpa pandang bulu dan alhasil saya selalu K.O di tempat dan waktu yang tidak tepat. Dokter saya Harman Sigurrós bilang kalau nggak ada pengobatan untuk sindrom saya ini. Tapi setelah konsultasi berbulan-bulan, doi menyimpulkan kalau saya bisa terbebas dari serangan kantuk apabila saya mendengarkan lagu yang liriknya konyol.

Sayangnya pak Harman cuma tau Simon & Garfunkel sama vicodin, jadinya dia nyuruh saya eksperimen sendiri mengenai lagu-lagu apa aja yang dapat menangkal sindrom tersebut. Nah menurut kakak-kakak Kilikitik, lagu apa saja yang harus selalu ada di playlist saya?



Jody,

Jakarta


Ini semelek-meleknya saya.



Dear Jody,

Kamu sukses merusak bayangan saya tentang pengidap narcolepsy. Saya pikir sindrom itu cuma menyerang gigolo macam River Phoenix di My Own Private Idaho atau cewek lucu macam Sleeping Beauty.


Keren juga yah cara preventif temuan pak Harman. Coba deh kamu dengerin lirik di lagu-lagu berikut, saya rasa cukup konyol pake 't'... Godspeed amigo!



1. "Are we human, or are we dancer?

(Human - The Killers)

Selain debat soal "dancer" atau "denser" terkait dengan interpretasi lagu ini, orientasi Brandon Flowers pun patut dipertanyakan. Apakah ia hanya seorang Mormon ataukah ia juga seorang modern darling?




2. "Why do I find it hard to write the next line?"

(True - Spandau Ballet)





Kehabisan ide? Di luar dugaan, bagian lirik di atas bukanlah bagian terakhir yang dilantunkan oleh Tony Hadley pada lagu tersebut. Bravo, Gary!



3. "If you were the floor, I'd wanna be the rug".

(
All I Want Is You - Barry Louis Polisar)


Gee... Ya, Gee-nya SNSD (walaupun saya nggak ngerti bahasa Korea) pasti lebih bermakna daripada rayuan berbau: 1. lantai 2. Pietrajaya Burnama dalam Dongkrak Antik: "Oh Anunia, kalau kau jadi asbak... biar aku jadi cerutunya..."




4. "Lately I've been staring in the mirror".

(Lately - Stevie Wonder)




Siapapun boleh berangan-angan kan? Apalagi pencipta lagu selevel Stevie... Bebas.




5. "I'm not angry, I'm just saying..."

(Second Chance - Shinedown)







Seolah nggak ada kata-kata lain,
ketika lirik di atas dipadu dengan gaya nyanyi yang teriak-teriak, saya jadi teringat pada kalimat: "Saya ini orangnya low profile".




6. "If the light is off then it isn't on".

(So Yesterday - Hillary Duff)

Ada yang kepikiran untuk cari lirik lagu ini di Chickipedia?




7. "Oh honey, you've cut off your finger, I bet that's gotta hurt".

(Your Arms Around Me - Jens Lekman)







Morrissey-esque? Atau Danzig-esque? Yang jelas lagu ini ditulis sebelum Jens terjangkit virus H1N1. Coba bayangin lirik macam apa yang akan dia bikin sewaktu dikarantina.



Terserah apabila kamu ingin juga masukin lagu-lagu Morrissey/The Smiths ke playlist kamu, namun perlu diingat lagu-lagu Oom Steven cenderung satir walaupun konyol. Coba dibedakan antara satir sama satsut. Ih ngetus, nggak banget...




Ingin Curhat dan dibikin hepi?
kirim email berisi curhatan kamu ke kilikitik@windowslive.com
Curhatan kamu akan ditanggapi langsung oleh
kakak-kakak yang berpengalaman


*****


Terima Kasih Kepada :



Acit


Astrid Wulan Kusumoastuti: mahasiswi FK UGM, andalan tim futsal waktu SMA, ahli teka-teki. Dengan buah karya yang fenomenal seperti teka-teki "piano dan piyama" (favorit kak Viky seumur hidup) serta "batu dan buta", kak Acit menampik stereotype calon dokter yang selera humornya jeblok.


Di luar kesibukannya dalam studi dan menjalin percintaan, penggemar scuba diving ini sering memberi petuah-petuah seputar kesehatan remaja. Dengan segudang ilmu bermanfaat yang bisa kita gali darinya, tentunya pembaca Kilikitik tidak ingin melewatkan sepak terjang kak Acit di
http://www.twitter.com/astridwulan.



Percayakan kisah anda yang paling aib pada kami. Kami menjaga kerahasiaan anda.




Senin, 30 Maret 2009

Don't you want to get old and wise and philosophical?


Lupakan asas luberjurdil. Apakah kamu menggunakan hak pilih kamu dalam pemilu kemarin?

Sebagai WNI yang baik, nyontreng adalah kewajiban. Ya, kali ini "nyontreng", bukan "nyoblos". Riki Rikardo
Marpaung mengungkapkan antusiasmenya untuk "nyoblos" seandainya capres RI adalah Aura Kasih atau Farah Quinn. [1]

Seperti pemilu-pemilu sebelumnya, pemilu kemarin diwarnai keluhan-keluhan seputar kewajiban "celup-mencelup". Bagaimana tidak, keasyikan mengupil pasti terganggu ketika seorang pemilih sadar bahwa jari imutnya masih ungu-ungu pekat. Tapi apakah itu berarti dia harus bete seharian? Nggak dong.

Kamis kemarin kak Viky harus terus-menerus bercermin sehabis mengupil, khawatir idungnya akan makin mirip Ivan Ooze. Meski demikian, bagi kak Viky tinta ungu di ujung kelingking tersebut adalah sebuah kebanggan, karena warna janda itu diperoleh kak Viky setelah mencontreng idolanya, Ir.J. Satrya Solihin.


Oom Satrya Solihin dan Tante Anastasia Ambarwati


Gang, membesar-besarkan hal kecil seperti "bete ngupil ketika jariku ungu" sebetulnya sama sekali tidak perlu. Kepada adik kita Juliharto, mari kita perkenalkan buku favorit
tokoh Adi Darwis dalam Lupus, "Don't Sweat the Small Stuff."

[1]Riki Rikardo. Andaikan Calon Presiden RI Itu Aura Kasih Atau Farah Quinn... PASTI TAK COBLOS!!!. 11-03-09. (URL:http://www.facebook.com/profile.php?id=692252648&v=feed&story_fbid=30134404980)




From: yngwie_j90@xx.xx
Sent: Sunday, March 29, 2009 7: 22 PM
To: Kilikitik@windowslive.com


Dear Kilikitik,


Juliharto, pria, 56, profesi dokter, domisili Bandung, sawo matang, supel, suka basket, sabar, pengertian, mudah bete. Nah yang terakhir ini nih yang sering datengin masalah buat saya.

Suatu pagi ketika saya memulai aktivitas seperti pada hari-hari biasanya, saya ke Tujuh-Sebelas untuk beli Pu Tau Chee Chiew. Pas mau bayar, saya sadar kalau I Gusti Ngurah Rai pada 2 lembar uang 50.000-an saya nggak menghadap ke arah yang sama. Nah dari situ tuh saya mulai bete.

Udah gitu, pas di ruang praktek saya sadar kalo koleksi Medical Encyclopedia di rak buku saya nggak kesusun sesuai urutan, kok "Drowsiness-Ecchymoses" ada di sebelah kanan "Mammoplasty-Molipaxin"?? Sumpah, bikin kesel.

Meski bete, waktu terasa berlalu dengan cepat. Jarum jam menunjukkan pukul 6 petang dan jam praktek saya pun usai. Sebelum pulang saya sempet ngopi-ngopi dan membaca Siti Noerbaja terbitan Balai Pustaka, 1920.

Saya merasa disepet oleh tokoh Datuk Maringgih yang bandot tua tapi doyan daun muda. Saya marah... tapi karena pengarang novel itu namanya Marah Roesli, saya nggak jadi marah, malahan saya jadi inget istri saya. Pas mikirin istri saya, tiba-tiba saya jadi parno, jangan-jangan dia lagi bunuh diri kayak si Siti. Pas mikirin Siti, yang muncul di benak saya adalah Siti Tuti Susilawati Sutisna a.k.a Sania dengan single-nya yang berjudul "Santai", sehingga saya jadi santai.

Saya kalau lagi santai paling suka streaming. Kolega saya Harman Sigurrós lebih menganjurkan dengerin lagu Mieke Asmara daripada lagunya Sania, soalnya takut "Bablas". Saya bahkan nggak tau siapa itu Mieke, saya kira dia pemeran ibunya Syahrul Gunawan di Jin & Jun. Tapi karena Harman batak dan penyelundup vicodin, saya nurut aja.

Bukannya mendengar: "Botol apaan nih? *plop* dst..dst.." diiringi lagu arabia, saya malah mendengar lagu dang-dub yang bikin gelisah. Saya makin kaget karena di video itu ada sejenis Black Eyed Peas nari-nari di kebun binatang. Udah gitu ada tulisan "Dilarang memancing dan buang sampah ke danau" pula.

Saya kan internetan pake Welkom Quickie, makanya sering putus-putus. Saya nggak sadar kalau ternyata bufferingnya putus di detik 0:55. Na udzu billahi min dzaligh, gambar yang muncul di detik itu terlalu hororrrrr. Ditambah lagi detik 1:02. Alhasil mood santai saya pun berantakan.



Kenapa sih dalam sehari aja nggak ada yang sesuai sama kemauan saya? Mood saya sampe sekarang masih nggak asyik, karena tiap hari ya kurang lebih sama aja, semuanya bikin frustrasi.

Juliharto,
Bandung



Dear Jules,

Pas baca email anda, saya kira anda salah kirim, hampir saya kasih alamat Dunia Asmaradana atau sejenisnya. Nggak sekalian disebut tuh kalo anda lahir bulan Juli? Cancer atau Leo? Nggak mungkin Cancer lah ya, anda kan dokter.


Jules, orang lain bisa saja mengalami persoalan yang sama dan tidak pernah frustrasi. Lalu mengapa persoalan-persoalan tersebut begitu mengganggu anda?

Mudah saja: Idealisme. Kadang idealisme mengharuskan kita berpendirian sekokoh manekin.


Nah sekokoh ini kira-kira, tapi nggak wajib tanning dan berambut Dennis Rodman juga sih


Keinginan kita untuk melihat segala sesuatu di sekitar kita berjalan sesuai harapan tidak akan pernah terwujud. Sebaliknya, keinginan semacam ini sering berujung pada frustrasi dan pandangan-pandangan negatif tentang lingkungan sekitar kita.

Adythia Utama mendeskripsikan "Frustrasi" sebagai respon emosional dimana seseorang menuntut rasa bersalah dari pihak lain ketika ia merasa dirugikan. Gejolak semacam ini sama sekali tidak mencerminkan kasih sayang, gejolak ini dingin dan emo.

Frustrasi bisa saja tidak bertahan lama (seperti demam R&B indo di akhir '90-an dengan gimmick Sania vs Sarah Azhari) jika anda sudi mengubah pandangan anda. Pertanyaan saya, bisakah anda menerima setiap hal di sekitar anda apa adanya, walaupun mereka tidak pernah berubah menuruti kemauan anda? bagaimana jika mereka berubah sesuai keinginan anda, tapi perubahan tersebut tidak cukup cepat untuk mengimbangi kesabaran anda yang payah?

Pelajaran hidup yang setiap kali terlupakan: Berpikir positif, sabar, tidak membesar-besarkan hal kecil. Syukurilah setiap kejadian yang anda alami, karena melalui keseharian anda tersebutlah anda dapat kembali mengingat pelajaran-pelajaran hidup yang berharga.

Syukurilah juga setiap lembar bergambar I Gusti Ngurah Rai di dompet anda, karena di dompet saya isinya cuma lembaran-lembaran bergambar Thomas Matulessy yang doyan karaoke. Loh kok jadi saya yang curhat?


Shalom.



Ingin Curhat dan dibikin hepi?
kirim email berisi curhatan kamu ke kilikitik@windowslive.com
Curhatan kamu akan ditanggapi langsung oleh
kakak-kakak yang berpengalaman


*****


Terima Kasih Kepada :


Adythia Utama


Untuk apa kuliah psikologi kalau ada Google? Kak Adit adalah kombinasi sempurna antara psikolog dan musisi, ya, bidang keahlian yang masih sangat jarang di Indonesia, psikomusikologi. Tapi menurut beliau, Musicology adalah album Prince yang mengecewakan.

Sejak 2005, beliau memfokuskan studinya pada komplain-komplain tanpa solusi untuk kemudian berkarya tanpa ampun. Melalui
Disasterhead, ia secara tulus membagi wawasannya yang luas dan beragam, mulai dari kenakalan WNI dewasa tanggung hingga konspirasi-konspirasi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Tidak tanggung-tanggung, kak Adit selalu terjun langsung ke lapangan dalam setiap pengamatannya. Kesungguhan penggemar Rage Against The Machine ini dapat dibuktikan dengan kehadirannya di sebuah acara metalcore bugil-bugilan gawat yang dapat kamu lihat di sini, di sini dan di sini. (FYI : Vino G. Bastian juga hadir di acara tersebut).

Piawai dalam mengoptimalkan fungsi
speech synth Fruity Loops, kak Adit baru-baru ini menggarap single "Pra One Are You the End Thought So Peer" yang terinsipirasi dari lukisan pada sebuah truk. Saran saya. simaklah Multiply dan MySpace beliau. Mungkin dengan demikian, dan hanya dengan demikian, kamu akan sadar betapa banyak hal yang luput dari perhatian kamu.




Ludy Divinasto


Seandainya Rock&Roll hanya dapat dideskripsikan dalam satu kata, maka Rock&Roll adalah Ludy. Bassist/Vocalist Blackmoore ini adalah salah satu pelopor pergerakan Hard Rock/Stoner Metal/ Neo-Psychedelia yang merambah Jakarta Selatan hingga Bandung. Selain aktif berkarya bersama Blackmoore, pria yang mengidolakan Lemmy Kilmister dan Jason Newsted ini juga beberapa kali ikut serta dalam aksi panggung Jelaga.

Darah metal yang mengalir dalam tubuh metalhead-nya ia peroleh dari sang ayah, aktivis gereja yang gemar mengenakan T-Shirt
Lamb of God untuk rapat paroki. Namun tampilan metal bukan berarti hati grindcore, buktinya putra sulung keluarga Divinasto ini mengagumi Widy vokalisnya Vierra.

Kesediaan kak Ludy (dan sang ayah) untuk menaungi komunitas musisi Jakarta Selatan di kediamannya merupakan peran tak tergantikan dalam kemajuan scene musik daerah tersebut. Di rumahnya di bilangan Bintaro, kak Ludy sering
bertukar pikiran dengan personel Holy City Rollers dan Whisper Desire (alm.).

Kepada Kilikitik, Bassist ber-style
Jason Newsted ini secara rutin memberi masukan seputar musik-musik layak dengar, sekaligus mengungkapkan harapannya akan scene musik lokal yang lebih baik. "Scene musik keras Indo punya potensi yang nggak kalah dari scene luar, tapi untuk memajukannya butuh totalitas, jadi jangan salah kaprah dan menjadikan scene kita buat gaya-gayaan doang." Pesan kak Ludy.


Terima kasih juga kepada :
Ariyo Arismunandar
, Andro Kristian, Irfan Kurniawan dan Iman Hilman.



Percayakan kisah anda yang paling aib pada kami. Kami menjaga kerahasiaan anda.




Senin, 02 Maret 2009

Torn between two lovers, feeling like a fool.


Gimana sih rasanya macarin 2 orang di waktu yang bersamaan? Yang pasti, kasus "berbagi hati" dapat menimbulkan dilema patah hati buat masing-masing pihak. Kasus semacam itulah yang dicurhatkan seorang adik kita dalam sebuah em
ail untuk redaksi kilikitik.


From: nelli_beibi@xx.xx
Sent: Saturday, February 28, 2009 3: 18 PM
To: Kilikitik@windowslive.com



Dear Kilikitik,

Udah sebulan ini aku menjalin hubungan dengan X. Aku suka sama dia karena tampangnya berkesan brutal, gagah seperti "Manusia 6 Juta Dolar", tapi "IQ Jongkok". Pengalamanku selama sebulan ini tuh kira-kira begini:


Suatu hari X main ke rumahku. "Memang Lagi Mujur", hari itu rumah lagi kosong. Dari awal aku udah ngeliat naga-naganya dia yang menjurus, tapi aku nggak mau bergerak duluan.. "Gengsi Dong", jangan sampe dia "Gede Rasa".

X nanya kalo hari itu rumah bakal kosong terus ato ngga, aku jawab "Pokoknya Beres". Terus dia bilang kalo soal posisi dia fleksibel, "Atas Boleh Bawah Boleh". Aku bilang aku juga "Bebas Aturan Main".

Mendengar itu, si X langsung "Pencet Sana Pencet Sini". Aku panik, aku bilang, "Sabar Dulu Dong". Bukannya stop, dia malah makin ganas ngeliat gelagatku yang "Malu-Malu Mau"


Pas si X beraksi, aku kaget melihat "Dongkrak Antik"-nya yang "Bisa Naik Bisa Turun". Aku bilang, "Saya Suka Kamu Punya".
Norak memang, tapi "Mana Tahan" aku ngeliat itu?

Langsung deh abis itu kita "Makin Lama Makin Asyik". Dasar dia "Pintar-Pintar Bodoh", dia pikir aku "Depan Bisa Belakang Bisa" sehingga dia "Salah Masuk".

Tiba-Tiba dateng Y, teman baik si X, yang ngebet pengen join. Awalnya X nggak setuju, tapi dasar aku "Maunya Selalu Untung", aku bilang, "Itu Bisa Diatur". Aku pikir, kalau "Kesempatan Dalam Kesempitan" ini nggak dimanfaatkan ya "Sama Juga Bohong".

Alhasil mereka pun rebutan. X bilang: "Say
a Duluan Dong", Y bilang: "Gantian dong". Biar adil, aku bilang: "Bagi-Bagi Dong". Mereka pun ragu lalu bertanya "Mana Bisa Tahan?", saya jawab: "Sudah Pasti Tahan".

Akhirnya mereka pun berbagi. Aku ngerasa nggak enak sama X karena aku "Lupa Aturan Main", tapi mau gimana lagi, aku udah "Maju Kena Mundur Kena".




Setelah kejadian itu perasaanku jadi terbagi antara mereka berdua. Sekarang aku bingung, aku suka mereka berdua dan nggak mau ngelepasin salah satu, tapi mereka kok nggak mau ngerti yah? dasar dua-duanya cowok egois, nggak mau berbagi... Kan jadinya aku yang bingung...

Nella.

Jakarta.




Dear Nella,


Kamu tahu lagunya Mary Macgregor yang judulnya "Torn Between Two Lovers" nggak? Kayaknya lagu itu pas banget deh sama keadaan kamu sekarang. Liriknya bagus banget loh, tapi jelas nggak mesum kayak kamu.






"Torn between two lovers... feeling like a fool" memang terdengar manis. Tapi, "the real fool" adalah orang yang nggak bisa bedain cinta sejati dengan naksir monyet. Bisa jadi kamu memiliki perasaan yang sama intens-nya terhadap masing-masing pria, sehingga kamu ingin memiliki dua-duanya sekaligus. Sayangnya, yang namanya BM itu nggak pernah bikin untung. Coba deh tanya temen-temen kamu yang suka neken boti.

Seandainya kamu bingung untuk memilih salah satu diantara mereka, coba kamu pertimbangkan, dengan siapa kamu merasa lebih klop? mungkin kamu naksir seseorang karena kalian berdua punya banyak kecocokan, tapi mungkin juga kamu naksir orang lain karena buat kamu orang itu termasuk tipe ih-dia-beda-banget-dan-unik-bikin-gregetan. Tipe naksir yang kedua inilah yang biasanya lebih banyak mendatangkan perselisihan nantinya. Kamu boleh-boleh aja pede dan berpegang pada keyakinan "pacaran adalah untuk saling melengkapi", tapi ingat, kamu ingin menjalin asmara, bukan ngisi teka-teki silang.

Menjalin hubungan dengan satu orang aja sebenarnya udah cukup untuk bikin hidup kamu acakadut. Jadi, saran kita coba deh jujur sama hati kamu sendiri, kamu tahu mana yang lebih pas buat kamu. Jangan sampai karena kamu menginginkan dua-duanya, akhirnya kamu malah berakhir dengan pacar-less.

Mungkin kamu bisa ngambil hikmah dari dongeng berikut ini.



"Kapak Emas dan Kapak Perak"



Suatu hari, seorang penebang kayu bekerja seperti pada hari-hari lainnya. Tanpa sengaja ia menjatuhkan kapak tuanya ke sebuah danau. Ia pun meratap, "Astaga, dengan apa saya harus bekerja nanti?"

Mendengar ratapan itu, seorang dewa keluar dari danau dan bertanya mengapa si penebang kayu bersedih. Ia lalu menceritakan kemalangannya hari itu, bagaimana ia tidak bisa lagi bekerja tanpa kapak yang telah setia menemaninya selama bertahun-tahun. Setelah ia selesai bercerita, sang dewa kemudian masuk ke dalam air. Tidak lama, muncullah dengan memegang kapak emas di salah satu tangannya serta kapak perak di tangan yang lain.

"Apakah kapak perak ini punya kamu?" tanya sang dewa.
"Bukan mas, punya saya sudah tua dan jelek". Jawab si penebang kayu.
"Kalau begitu, apakah kapak emas ini punya kamu?" tanya sang dewa lebih lanjut.
Dengan rendah hati, si penebang kayu kembali menjawab, "Bukan, kapak saya cuma kapak tua karatan."

Mendengar kejujuran si penebang kayu, dewa tersenyum dan bilang, "Kamu orang yang jujur, karenanya kapak emas dan kapak perak ini saya kasih buat kamu".

Cerita tentang kemujuran si penebang kayu pun tersebar begitu cepat bagai kabar kawin siri-nya Dewi Persik. Tergiur oleh kisah bahagia tersebut, seorang penebang kayu yang tamak langsung pergi ke danau tempat sang dewa berdiam diri. Dengan sengaja ia melempar kapaknya ke danau.

Sang dewa keluar ke permukaan dan bertanya, "Kenapa kamu bersedih?". Padahal si tamak nggak sedih.

Ia pun bitching, "Kapak saya jatuh ke danau ini, saya nggak bisa bekerja lagi tanpa itu, bla.. bla.. bla". Sang dewa kembali masuk ke air. Dalam hitungan detik dewa yang penyabar itu muncul sambil membawa kedua kapak yang berkilauan.

"Apa kapak ini punya kamu?" tanya sang dewa.
"Iya, iya! dua-duanya". Jawab si tamak.
Mendengar itu sang dewa pun marah. "Sialan, kamu tukang bohong, saya kira kamu tukang kayu".



Cerita tersebut memiliki pesan moral yang mendalam, meski ending ceritanya nggak selucu versi bahasa inggrisnya. Coba deh kamu bayangin.



Ingin Curhat dan dibikin hepi?
kirim email berisi curhatan kamu ke kilikitik@windowslive.com
Curhatan kamu akan ditanggapi langsung oleh
kakak-kakak yang berpengalaman


* * * * *


Siapa yang ranum, dia yang resik
Jangan senyum-senyum, jangan berisik
Sudah kenal sama kakak-kakak kita ini?

Kalau belum, ayo dikilikitik :



Ali Destroy



Di usianya yang baru 21 tahun, Ali Hamzah Jati Nuhsela a.k.a Destroy sudah membukukan sejuta prestasi. Pria kelahiran Bandung, 24 Mei 1987 ini merupakan sosok kenamaan di bidang rekayasa digital dan salah satu pemicu perang foto panas di facebook. Di waktu senggang, kak Destroy gemar bermain DDR dan mendesain T-Shirt. Sebagian waktunya ia luangkan pula untuk memberi masukan-masukan mega-positif di setiap curhatan Kilikitik. Kak Destroy memang sangat peduli dengan generasi ABG yang labil. Kepada mereka, ia selalu menganjurkan :

"mulailah dengan mimpi, berusahalah dengan jujur, iringilah dengan doa dan nikmatilah hasilnya dengan berbagi".




Debong


Di tahun 2006, Debi Zen bersama kak Viky dan kak Karisma Prawira mencetuskan terbitnya katalog prostitusi pertama di Indonesia, Diamond Diamond Ox.
Sayang ide MLMWTS itu dianggap OMGWTFLMFAOTTYL oleh kaum fundamentalis republik Indonesia. Namun ide-ide brilian wanita yang mengidolakan Eva Green ini tidak tertahan disitu. Melalui Kilikitik, kak Debong menyumbangkan pengalaman-pengalaman yang diperolehnya ketika menjabat pemred DDO. Menurut kak Debong, remaja harus tahu bagaimana mereka harus tampil, senada dengan motto hidup yang dengan teguh dipegangnya selama ini :

"7x7=49, setuju tidak setuju yang penting penampilan"





Percayakan kisah anda yang paling aib pada kami. Kami menjaga kerahasiaan anda.



Selasa, 10 Februari 2009

GIMMMANNNA biar hepi gity??


Pernah ga kamu ngerasa bersalah yang intens banget, sampe2 kamu ga tau harus ngapain lagi? Kamu ga ngerti harus ngapain, mau ngapa-ngapain ga ngerti, sampe kamu jadi emo dan ga berhasrat lagi. Kejadian seperti itulah yang dicurhatkan oleh seorang adek kita melalui email ke redaksi Kilikitik.


From: gurlz_rawk@xx.xx
Sent: Thursday, February 5, 2009 3: 04 PM
To: Kilikitik@windowslive.com

Dear Kilikitik,

Aku sama pacar aku, misalnya namanya Ronald, udah pacaran kurang lebih 5 tahun. Dia itu baaaaaaik banget.. sering ngasih aku kaos tye dye yang diprint, sering ngasih aku legging motif fauna, terus tiap aku kepedesan pasti dia nyangka aku lagi ngiprit.

Dia tuh punya adik cowok yang setelannya lebih oom-oom, lebih buncit gitu. Entah kenapa yaa.. buat aku tuh adiknya bikin "greget" aja. Nah kejadian yang jadi masalahnya gini nih:

Kemarin sore pas aku ke rumahnya, si Ronald lagi keluar buat cari morfin, jadi aku nungguin dia di situ. Nah di rumahnya tuh pas lagi ada si adik.. awalnya aku cuma ngobrol-ngobrol aja sama dia.. yaa ramah tamah lah, sampe kita berdua sama-sama ga nahan... eeeh dalam hitungan detik, aku udah nge-blow dia.

Sayangnya, si Ronald tiba-tiba pulang dan ngegepin kita berdua. Ekspresinya langsung kaget campur marah gitu. Langsung deh dia ngeloyor keluar. Aku udah ngejar dia, aku bilang "Rooon, tunggu, aku bisa jelasin.." Tapi dia ga mau denger.

Akhirnya sampe sekarang kita belom ngomong lagi deh, aku pengen banget minta maaf sama dia, tapi pasti dia marah banget. Gimana nih? aku bener-bener ngerasa bersalah karena nepsong sama adiknya. Aku ga yakin dia bakal maafin aku, makanya aku kepikiran terus.. duh gimana dong caranya biar hepi?

J.
Jakarta.

Dear J,
Masalah yang anda hadapi cukup pelik, tapi rasa bersalah yang gimanapun dapat diatasi gity. Berikut beberapa masukan dari kami:

  1. Perlu diingat: perasaan bersalah itu normal, dan setiap orang mengalaminya.
  2. Walaupun ga enak, coba reka ulang kesalahan kamu yang membuat kamu segitu merasa bersalahnya, detil demi detil. Dalam kasus ini ya hal blowing-mem-blowing itu.
  3. Lakukan hal yang kedengerannya paling cliché namun sangat sulit untuk dilakukan: Belajar dari kesalahan. Cermati keteledoran kamu dan berjanjilah untuk tidak melakukannya lagi.
  4. Minta maaf jika tindakan kamu menyakiti seseorang. Permintaan maaf akan membantu meringankan rasa bersalah kamu, dan syukur-syukur dia mau maafin kamu. Tapi kayaknya nggak bakal sih.
  5. Belajar dari tokoh Scarlett O'Hara dalam Gone with the Wind: "After all...tomorrow is another day." Setiap hari adalah sebuah awal, coba jalani dengan janji dan harapan untuk memulai hidup yang lebih baik.
  6. Jangan lama-lama berkutat dengan sisi emo kamu setiap kali rasa bersalah timbul. Justru cobalah lakukan sesuatu yang dapat meng-counter penyebab rasa bersalah kamu. Misalnya... aduh kalo kasusnya kayak kamu contohnya gimana ya?
  7. Bantuan medis? nah ini pasti favorit kamu, yang bikin nangte-nangte gitu.. tai ah katro mampus.

Pasti sulit ngilangin rasa bersalah kamu cuma dalam sehari, tapi coba bayangin, pandangan kamu ke diri sendiri pasti lebih yahud kalo kamu ngga terus-terusan nyeselin yang udah kejadian.

Btw kalo ngomong soal blow-blowan, saya jadi inget cerita plekedetan. Kamu tau cerita plekedetan? nggak tau? yaaa ampun kemana aja mbak? itu cerita udah go international gity. Nih ada beberapa versi internasional bagian ending cerita plekedetan:

versi Ibrani:
האם אתה רוצה לדעת? למצוץ לי את הזין הראשון!

versi Jerman:
möchtest du wissen? saug meinen P*n*s!

versi Perancis:
tu veux savoir? suce mon p*n*s!

versi Rusia:
Вы хотите знать? сосите моего Дика сначала!

versi Spanyol:
¿quieres saber? ...udah ah, jorok amat dari tadi.



Ingin Curhat dan dibikin hepi?
kirim email berisi curhatan kamu ke kilikitik@windowslive.com
Curhatan kamu akan ditanggapi langsung oleh
kakak-kakak kita yang berpengalaman:



Kak Viky. H.MSD bersama Charles de Gaulle (tengah), 1962


Pendidikan: http://wikipedia.org

Prestasi: Teman Curhat Terbaik Se-Bandung Raya 2007

Hobi: Berkebun

Cita-Cita: Poligami

Makanan favorit: Makanan haram-haram

Minuman favorit: Minuman harim-harim





Kak Alamanda A.W S,Ms


Pendidikan: SMK Sukamiskin, Jurusan Tata Boga

Prestasi: Juara Favorit Rias Pengantin Daerah STIE Kutai Barat

Hobi: Shopping, ngafe, chatting

Cita-Cita: Artis

Makanan favorit: Nasi goreng

Minuman favorit: Air putih, Coca Cola






Percayakan kisah anda yang paling aib pada kami. Kami menjaga kerahasiaan anda.